Cape Lelapide
Rp. 0
Deskripsi Wisata
TANJUNG LELAPIDE
Sangihe, adalah kepulauan yang tidak memiliki garis pantai panjang. Setiap garis pantainya dibatasi oleh tanjung.
Pada jaman dulu hingga kini, tanjung digunakan sebagai batas wilayah. Misalnya tanjung Lembawua dijadikan batas antara kerajaan Tahuna dan Manganitu; tanjung Lelapide dijadikan batas antara kerajaan Manganitu dan kedjoguguan Tamako.
Kini, tanjung Lelapide dijadikan batas antara desa Barangkalang dengan kampung Nagha II; dan sekaligus batas antara kecamatan Manganitu dan Tamako.
Lelapide merupakan gabungan dari lela dan apide (bahasa Sangihe). Lela adalah salah satu jenis tiram laut berbentuk kerucut. Sedangkan apide artinya dibawa serta.
Dikisahkan bahwa pada jaman dulu di sekitar Lelapide terdapat banyak bia (tiram) lela. Pemanah ikan meskipun telah mendapat ikan yang banyak, namun mereka selalu mengapide (membawa serta) bia lela.
Dalam perkembangannya, lokasi yang terdapat banyak bia lela itu diberi nama Lelapide, yang artinya lelah dibawa serta.
Tanjung Lelapide ini bisa kamu temui dengan berkendara -+ 1 jam dari Kota Tahuna, dan berjalan kaki melalui setapak -+ 10 menit. Di Tanjung Lelapide ini juga terdapat monumen Salib berwarna putih, yang terlihat jelas jika kamu melewati tanjung ini dengan menggunakan kapal laut atau transportasi laut lainnya.
Sumber Gambar :
- IG Dialoog Tahuna
- Dicky Makapuas
- Imanuel Chan
- Jovady Jouny Joseph
- Leonardo Chandra
| Nama Wisata | Cape Lelapide |
| Alamat Wisata | Lelapide |
| Kategori Wisata | Tanjung |
| Kecamatan Wisata | Tamako |
| Daerah Wisata | Tamako |
| Biaya Tiket | Rp. 0 |
| Fasilitas | Tempat Parkir) |
| Link Traveloka | Link Traveloka |